Cara membuat AJB terbaru di tahun 2022

Cara membuat ajb terbaru yang perlu diperhatikan pada tahun 2022 biar tidak salah kaprah. AJB merupakan kepanjangan dari Akta Jual Beli. AJB akan dibuat jika pembelian terhadap suatu properti baik berupa tanah atau rumah sudah lunas. Jika belum lunas, tidak diperbolehkan untuk membuat AJB. Hanya diperbolehkan membuat PJB tidak lunas.

BACA JUGA : Pengertian PPJB, Pengertian PJB, Pengertian AJB

cara membuat ajb terbaru assakuri residence tulungagung

Dalam transaksi jual beli, pasti terdapat pemindahan nama atas kepemilikan barang yang dijual. Misal, si A menjual tanah kepada si B. Jika si B telah membayar lunas harga atas tanah yang telah ditentukan oleh si A. Maka, si B berhak mengklaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya. Karena telah membelinya dari si A secara lunas.

Dari cerita singkat di atas, sudah tergambarkan jelas apa itu AJB. Yaitu sebuah dokumen yang menyatakan  peralihan hak nama atas tanah maupun rumah yang diperjual belikan.

AJB dibuat dihadapan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Pada saat pembuatan, biasanya akan diminta data-data sebagai berikut :

1.Data tanah.
  • PBB (asli) 5 tahun terakhir;
  • Sertifikat asli tanah ;
  • IMB asli (bila ada);
  • Bukti pembayaran rekening listrik, telepon, air (bila ada);
2. Data Penjual dan Pembeli

Data pembeli (perorangan) adalah sebagai berikut :

  • Fotokopi KTP suami dan istri;
  • Salinan kartu keluarga dan akta nikah;.

Data penjual (perusahaan) adalah sebagai berikut :

  • Fotokopi KTP direksi & komisaris yang mewakili;
  • Fotokopi anggaran dasar lengkap berikut pengesahannya dari Menteri Kehakiman dan HAM RI;
  • Laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT untuk menjual atau Surat Pernyataan Sebagian kecil aset.

Pastikan anda telah memenuhi persyaratan atau melengkapi data-data di atas. Baik anda sebagai penjual atau pembeli. Agar AJB dapat dibuat.

Selain data-data diatas, masih ada lagi beberapa data yang diperlukan agar AJB dapat dibuat. Beberapa data itu antara lain :

  1. Pemeriksaan keaslian sertifikat ke BPN (Badan Pertanahan Nasional);
  2. Penjual telah membayar pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% dari harga transaksi;
  3. Penjual telah membayar Pajak Jual Beli;
  4. Calon pembeli telah membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum;
  5. Memiliki surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
Setelah data-data sudah lengkap. Inilah cara membuat AJB di tahun 2022 menurut 99.co :
  1. Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis jika dikuasakan;
  2. Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi biasanya dari perangkat desa jika melalui PPAT Sementara (camat) dan kedua pegawai notaris jika melalui notaris PPAT.

Sementara itu, berikut ini adalah ketentuan pada tahapan cara membuat AJB:

  1. PPAT membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta, termasuk juga sudah lunas atau belum untuk transaksinya;
  2. Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi, dan PPAT;
  3. Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke kantor pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
  4. Memberikan salinan akta kepada penjual dan pembeli.

Setelah mengikuti cara membuat AJB, segera proses pembuatan sertifikat.

Petugas PPAT akan menyerahkan akta dan dokumen lainnya ke BPN.

 

 

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!