Gaji Paling kecil untuk Pengajuan KPR Subsidi

Gaji Paling kecil untuk Pengajuan KPR Subsidi, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang wajib sebagai tempat tinggal dan bernaung. Tetapi, seringkali kemampuan untuk membeli rumah bagi setiap orang cuman terbatas, terutama jika lokasinya di kota-kota besar.

Bagi mereka yang memiliki penghasilan gaji yang pas-pasan, biasanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menabung dan memiliki rumah impian. Walaupun, mahalnya harga rumah dan jumlah penghasilan tidak seharusnya menghalangi kepemilikan rumah.

Ada beberapa cara yang bisa di tempuh untuk tetap memiliki rumah tinggal bagi kalian yang berpenghasilannya pas-pasan. Caranya yaitu melalui Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bersubsidi, dengan adanya program ini yang di miliki pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah agar memiliki hunian.

Smart home syariah tulungagung oleh assakuri residence

Baca Juga : Rekomendasi 10 Tanaman Hias Untuk Mempercantik Ruangan Rumah

KPR subsidi adalah program kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan perolehan rumah bagi pemerintah berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang di terbitkan oleh Bank Pelaksana baik secara konvensional maupun dengan prinsip syariah.

Sesuai dengan namanya, KPR subsidi hadir khusus untuk masyarakat yang berpendapatannya di bawah rata-rata. Berdasarkan KepmenPUPR Nomor 552/KPTS/M/2016 yang berisi tentang Batasan Penghasilan Kelompok Sasaran KPR Bersubsidi, program ini hanya bisa di ikuti oleh masyarakat yang berpenghasilan maksimal Rp 4 juta sebulan (untuk rumah tapak)dan Rp 7 juta per bulan (untuk rumah susun).

Ada dua jenis KPR subsidi yang sudah berlaku di Indonesia. Kedua jenis KPR subsidi ini tidak ada sama sekali memiliki perbedaan manfaat untuk calon pembeli rumah. Tetapi, letak perbedaan dari dua jenis ini ada di pihak pemberi KPR.

Jenis KPR subdisi yang pertama adalah KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB). KPR yang ini umumnya diberikan bank konvensional kepada masyarakat. KPR SSB memberikan suku bunga yang rendah bagi calon pembeli hunian. Suku bunga yang rendah muncul karena adanya bank mensubsidi bunga kredit perumahan terkait.

Kedua jenis tersebut, ada program yang bernama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian PUPR. Program FLPP berhak di terima WNI yang berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dan penghasilannya tak lebih dari Rp8 juta per bulannya serta sudah bekerja atau memiliki usaha minimal 1 tahun.

Baca Juga : Wajib Tahu,Perbedaan KPR Dan KPA

Selain menawarkan suku bunga rendah yaitu 5% fixed, KPR subsidi juga memiliki fitur yang lain seperti tenor panjang (hingga 20 tahun), angsuran terjangkau, serta bebas premi asuransi, PPN dan uang muka ringan mulai dari 1%.

Syarat untuk Pengajuan KPR Subsidi

Anda bisa membeli rumah dengan program KPR SSB atau FLPP asalkan Anda memenuhi syarat yang sudah di tentukan. Di bawah ada beberapa dokumen yang harus di siapkan jika ingin membeli rumah dengan skema KPR subsidi:

  1. Aplikasi kredit dengan pasfoto pemohon dan pasangan
  2. Fotokopi e-KTP, KK, Surat Nikah/Cerai, NPWP, dan terdaftar di pusat data Ditjen Dukcapi
  3. Slip gaji terakhir atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP) dan fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap atau Surat Keterangan Kerja
  4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP,) dan Surat Keterangan Domisili serta Laporan Keuangan 3 bulan terakhir (bagi pemohon wiraswasta)
  5. Fotokopi ijin praktek (bagi pemohon profesional)
  6. Fotokopi rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir
  7. Surat pernyataan belum memiliki rumah
  8. Surat pernyataan belum pernah menerima subsidi untuk pemilikan rumah.

Baca Juga : Wisata Kuliner Paling Enak di Tulungagung

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!