Ini Alasan Kenapa Jangan Lunasi KPR Lebih Cepat

Ini alasan kenapa jangan lunasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) lebih cepat. Pasalnya, KPR bukan hutang yang harus dibayar seperti biasanya. Jika dalam hutang biasa, selama ada uang lebih yang bisa melunasi hutang tersebut maka akan segera dilunasi secepat mungkin. Dengan begitu, hidup akan terasa lebih indah dan tenang karena tidak ada kewajiban hutang yang harus dilunasi. Namun, KPR bukanlah hutang biasa. Yuk baca artikel sampai habis biar tidak salah paham!

ini alasan kenapa jangan lunasi kpr lebih cepat assakuri residence tulungagung

Apa itu KPR?

Agar mudah memahami artikel ini dengan baik. Pembaca harus mempunyai wawasan yang cukup tentang KPR.

Kredit Pemilikan Rumah atau yang disingkat menjadi KPR adalah fasilitas atau kemudahan yang diberikan bank kepada nasabah untuk membeli atau memperbaiki sebuah rumah. Tidak semua orang bisa mengajukan KPR kepada bank. Karena tidak mungkin juga, bank memberikan pinjaman sebesar 100jt kepada orang yang memiliki penghasilan di bawah UMK. Oleh karena itu, untuk mengajukan KPR harus memehi syarat dan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA : Pengertian, Jenis dan Syarat KPR

KPR menjadi alternative pembayaran yang populer dimasyarakat untuk membeli rumah. Pasalnya, dengan KPR kita dapat memiliki rumah hanya dengan membayar DP (Down Payment). Besarnya DP yang harus dibayar nanti juga akan ditentukan oleh pihak bank.

Setelah pembayar DP selesai, anda bisa tinggal di rumah tersebut. Sisa pembayaran rumah dapat anda cicil sesuai dengan kesepakatan jangka panjang cicilan dan jumlah yang harus dibayar setiap bulan pada waktu pengajuan KPR.

Cicilan jangka pendek sekitar 5-10 tahun dengan biaya cicilan yang tidak sedikit setiap bulan. Sementara cicilan jangka panjang sekitar 10-20 tahun, dengan biaya cicilan yang lebih kecil. Cicilan jangka pendek maupun jangak panjang yang akan anda pilih, tergantung pada persiapan dan kemampuan anda untuk membayar. Oleh karen itu, bahasa umum KPR adalah cicil rumah.

Kenapa tidak boleh lunasi KPR lebih cepat?

Sebenarnya bukan tidak boleh, tapi lebih cepatnya jangan lunasi KPR lebih cepat.

Berikut adalah alasan kenapa jangan lunasi KPR lebih cepat :

  1. Adanya Denda. Sudah dilunasi lebih cepat, malah kena denda. Ya, itu adalah sistem KPR yang tidak bisa anda tolak. Semakin cepat anda melunasi rumah dengan harga yang tinggi, maka semakin tinggi pula denda yang akan anda dapatkan. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin bisa diibaratkan seperti itu. Denda ini muncul karena pada awal pengajuan KPR, telah disepakati bersama jangka waktu pelunasan yang dipilih yaitu jangka pendek atau jangka panjang. Jika anda melanggar perjanjian atau kesepakatan tersebut anda akan dikenakan denda oleh bank.
  2. Mengorbankan dana tunai. Memang melunasi hutang lebih cepat itu kelihatannya baik. Namun KPR bukanlah hutang biasa. Sudah dilunasi lebih cepat, eh malah kena denda. Dengan memilih melunasi lebih cepat artinya anda juga harus mengeluarkan uang cash yang tidak sedikit pula. Anda juga harus mempertimbangkan bahwa tidak ada musibah atau hal-hal yan tidak diinginkan dalam waktu dekat. Yang mengakibatkan anda harus mengeluarkan biaya atau uang cash yang tinggi.

Dua hal di atas adalah alasan kenapa anda jangan melunasi KPR lebih cepat. Alangkah lebih baiknya jika anda melunasi KPR dengan jangka yang telah disepakati bersama.

 

 

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!