KPR Syariah Dan Musyarakah Mutanaqishah

KPR syariah, Istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam dunia properti sudah bukan hal asing di telinga.

Kenali KPR Syariah Dan Musyarakah Mutanaqisah

 

Apa itu KPR Syariah?

KPR Syariah adalah bentuk pembiayaan yang dapat berupa pembiayaan rumah jangka pendek, menengah atau panjang, baik residual maupun baru, dengan prinsip atau akad syariah. Produk KPR Syariah yang ditawarkan oleh bank syariah atau Unit Usaha Syariah (UUS).

Secara sederhana, KPR Syariah adalah produk perbankan yang membiayai kepemilikan rumah berdasarkan prinsip Syariah.

Bank-bank konvensional juga mulai menggalangkan produk KPR syariah di Indonesia karena memiliki potensi yang besar.

Berikut sejumlah bank yang menawarkan produk KPR syariah di Indonesia:

  1. Bank Syariah Indonesia
  2. BTN Syariah
  3. BCA Syariah
  4. Climb Niaga Syariah

Tentunya, masing-masing bank memiliki keunggulan. Untuk mencari KPR syariah termurah, Anda hanya perlu menyesuaikan skema KPR syariah dengan kebutuhan dan bujet Anda.

Adapun salah satu proses penting yang harus dipahami dalam mengambil KPR Syariah adalah musyarakah mutanaqishah.

BACA JUGA :Tips Lunasi Cicilan KPR Rumah Lebih Cepat

Apa itu musyarakah mutanaqishah?

Musyarakah mutanaqishah adalah bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk kepemilikan suatu barang atau asset. Dimana kerjasama ini akan mengurangi hak kepemilikan salah satu pihak sementara pihak yang lain bertambah hak kepemilikannya. Bentuk kerjasama ini berakhir dengan pengalihan hak salah satu pihak kepada pihak lain. Dalam syirkah mutanaqishah harus jelas besaran angsuran dan besaran sewa yang harus dibayar nasabah. Dan, ketentuan batasan waktu pembayaran menjadi syarat yang harus diketahui kedua belah pihak. Harga sewa, besar kecilnya harga sewa, dapat berubah sesuai kesepakatan.

Ketentuan Akad Musyarakah Mutanaqishah

berikut merupakan ketentuan akad Musyarakah Mutanaqishah :

1. Akad Musyarakah Mutanaqishah terdiri dari akad Musyarakah/ Syirkah dan Bai’ (jual-beli).

2. Dalam Musyarakah Mutanaqishah berlaku hukum sebagaimana yang diatur dalam Pembiayaan Musyarakah, yang para mitranya memiliki hak dan kewajiban, di antaranya:

  • Memberikan modal dan kerja berdasarkan kesepakatan pada saat akad.
  • Memperoleh keuntungan berdasarkan nisbah yang disepakati pada saat akad.
  • Menanggung kerugian sesuai proporsi modal.

3. Dalam akad Musyarakah Mutanaqishah, pihak pertama (salah satu syarik, LKS) wajib berjanji untuk menjual seluruh hishshah-nya secara bertahap dan pihak kedua (syarik yang lain, nasabah) wajib membelinya.

4. Jual beli sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dilaksanakan sesuai kesepakatan.

5. Setelah selesai pelunasan penjualan, seluruh hishshah LKS –sebagai syarik– beralih kepada syarik lainnya (nasabah).

Kenali KPR Syariah Dan Musyarakah Mutanaqishah

Kelebihan Dan Kekurangan Musyawarakah Mustanaqishah

kelebihan Musyawarakah Mustanaqishah adalah :

  1. Kedua pihak memiliki hak kepemilikan.
  2. Kedua pihak mendapatkan keuntungan dari aset yang memiliki profit.
  3. Kedua pihak bekerja sama dalam harga aset jika disewakan.
  4. Tidak terpengaruh suku bunga Bank Konvensial.

Sedangkan kekurangan musyawarakah mustanaqishah adalah:

  1. Adanya pembenaan seperti pajak atau pada saat transaksi.
  2. Pembayaran bagi nasabah terasa lebih berat pada tahun pertama.

BACA JUGA : Pengertian Jenis Dan Tips Pengajuan KPR

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!