Pembeli Wajib Mengerti KPR Flat dan KPR Floating

Pembeli wajib mengerti kpr flat dan kpr floating dalam pembelian sebuah properti baik berupa tanah ataupun rumah. KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah adalah Fasilitas yang diberikan oleh Bank kepada nasabah untuk membeli rumah. Fasilitas yang dimaksud adalah pembeli (nasabah) hanya perlu memberikan uang DP yang telah ditentukan untuk mendapatkan sebuah unit rumah/tanah. Sisanya akan diangsur setiap bulan dengan besaran dan bunga serta jangka waktu pembayaran (tenor) yang telah disepakati bersama.

Dalam melakukan pembayaran angsuran, terdapat dua jenis bunga yang dibebankan kepada nasabah. Yaitu flat (datar) atau floating (mengambang), masing-masing memiliki pngertian dan sistem penerapan yang berbeda. Yuk, baca artikel ini sampai habis agar lebih faham mengenai KPR flat dan KPR FLoating!

BACA JUGA : Pengertian, Jenis dan Syarat Pengajuan KPR 

pembeli wajib mengerti kpr flat dan kpr floating assakuri residence tulungagung

KPR flat (datar) adalah KPR yang memiliki cicilan dengan bunga tetap sampai masa tenor selesai. Tidak peduli acuan suku bunga yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia) naik, para nasabah tetap membayar dengan bunga cicilan yang tetap.

Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan nasabah saat hendak mengambil kpr flat adalah besar cicilan perbulannya. Tidak perlu khawatir jika BI (Bank Indonesia) menaikkan suku bunga. Namun akan terasa rugi, jika BI (Bank Indonesia) menurunkan suku bunga. Karena jika turun, nasabah tidak bisa mendapatkan penurunan bunga. Jadi, baik naik maupun turun, nasabah dikenakan suku bunga yang sama.

Misal, jika anda membeli sebuah rumah dengan masa tenor 20 tahun, cicilan sebesar 2 juta perbulan dan suku bungan 10%. Ketika BI (Bank Indonesia) menaikkan suku bungan menjadi 15%. Anda tidak perlu membayar cicilan sebesar 2,5juta tapi tetap 2 juta. Namun ketika BI (Bank Indonesia) menurunkan suka bunga menjadi 5%. Harusnya anda cukup membayar lebih rendah, tapi anda terus membaya 2 juta.

Sementara itu, KPR Floating (mengambang) dikenal juga dengan istilah bunga berjalan. Maksud dari bunga berjalan adalah bunga yang terus berubah seiring dengan perubahan suku bunga yang dilakukan oleh BI (Bank Indonesia). Ini adalah kebalikan dari kpr flat.

Misal, anda membeli rumah dengan cicilan 1 juta per bulan dengan suku bunga 10%. Namun ketika BI (Bank Indonesia) menaikkan suku bunga menjadi 15%, maka anda wajib membayar cicilan sebesar 1,5 juta. Tetapi, ketika BI (Bank Indonesia) menurunkan suku bunga menjadi 9% anda cukup membayar 900rb per bulan.

Itulah pengertian dan contoh bagaimana skema pembayaran melalui kpr flat dan kpr floating yang perlu diperhatikan oleh pembeli.

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!