Pengertian AJB Dalam Dunia Properti

Pengertian ajb dalam dunia properti yang perlu anda ketahui. Telah kita bahas pada artikel sebelumnya tentang pengertian PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dan PJB (Pengikatan Jual Beli). Mari kita ulas lagi singkat saja apa itu PPJB. PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) adalah kesepakatan awal antara penjual dan calon pembeli untuk memenuhi kewajiban masing-masing untuk dilakukan transaksi jual atua beli tanah atau rumah. Sementara itu, pengertia PJB (Pengikatan Jual Beli) adalah perjanjian tertulis yang dilakukan oleh penjual untuk menjual properti miliknya berupa tanah atau rumah kepada pembeli yang dibuat dihadapan notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Dengan menandatangani PPJB dan PJB anda belum bisa mengaklaim bahwa tanah/rumah tersebut adalah miliki anda. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, misal : belum lunasnya uang yang harus dibayar, belum di urus pajak-pajak, sudah lunas tapi belum menandatangai AJB. Oleh karena itu, AJB adalah puncak dari proses transaksi jual beli. Dengan menandatangani AJB, secara tersurat anda telah membeli tanah/rumah dan bebas untuk mengklaim/mengakui tanah/rumah tersebut.

Lalu, apa itu AJB? yuk baca artikel ini sampai habis biar makin ngerti.

pengertian ajb dalam dunia properti assakuri residence tulungagung

Dikutip dari ocbcnisp.com Akta jual beli atau AJB adalah dokumen otentik berupa bukti transaksi aktivitas jual beli serta peralihan hak atas tanah atau bangunan. Dari penjelasan tersebut terdapat beberapa point atau istilah yang bisa menjelaskan lebih jelas lagi. Maksud dokumen otentik dari pengertian tersebut adalah dokumen yang dibuat dan dikuasai oleh notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Jadi, AJB tidak asal-asalan dibuat oleh orang sembarangan. Bukti transaksi serta peralihan hak atas nama merupakan isyarat bahwa anda secara hukum merupakan pemilik atas tanah/rumah yang diperjual belikan.

Jadi, AJB merupakan sebuah syarat hukum yang ada dalam transaksi jual beli properti baik rumah maupun tanah. Tanpa adanya AJB, seorang pembeli dapat dirugikan karena tidak bisa mengklaim properti yang dibeli. Dengan adanya AJB, penjual dapat lebih meyakinkan konsumen. Baik pembeli dan penjual sama-sama mendapatkan keuntungan masing-masing. Harapannya jangan sampai anda membeli properti bodong yang tidak membimbing anda untuk melakukan penandatanganan AJB. Agar terhindar dari jual-beli properti bodong, maka anda harus mengerti apa itu PPJB, PJB dan AJB.

Pembuatan AJB oleh notaris atas tanah/rumah yang dijual mengartikan pemindahan nama hak milik dari penjual kepada pembeli. Namun, AJB sifatnya tidak dapat diwariskan ke anak dan cucu karena AJB adalah dokumen yang menunjukkan pemindahakan hak miliki atas tanah/rumah.

Agar properti yang telah dibeli baik berupa tanah maupun rumah dapat diwariskan. Wajib hukumnya untuk melakukan tandtangan SHM. Apa itu SHM?  kita akan kulik tuntas pada artikel selanjutnya.

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!