Pengertian Jenis Dan Syarat Pengajuan KPR

Pengertian, jenis dan syarat pengajuan KPR. Cocok bagi anda yang ingin mencicil rumah, sebagai pilihan alternative pembelian rumah selain cash / tunai.

pengertian jenis dan syarat pengajuan kpr assakuri residence tulungagung

 

Harga jual rumah setiap tahun mengalami kenaikan. Sementara kebutuhan untuk memiliki rumah meningkat setiap tahun. Hal ini karena jumlah penduduk semakin bertambah, sehingga memiliki tempat tinggal berupa rumah adalah suatu kebutuhan yang harus dimiliki.

Seperti yang telah kita bahas pada artikel-artikel sebelumnya. Terdapat tiga cara yang bisa anda pilih untuk mendapatkan sebuah rumah. Pertama, anda bisa memiliki rumah dengan cara membangun rumah sendiri. Kedua, anda bisa memiliki rumah dengan cara membeli rumah baru. Ketiga, Anda bisa memiliki rumah dengan cara membeli rumah bekas.

Agar anda bisa cepat memiliki rumah, hindarilah kebiasaan seperti ini yang tidak boleh ada dipikiran anda.

Karena harganya yang naik setiap tahun, banyak orang tidak mampu membeli rumah secara cash atau tunai. KPR adalah salah satu pilihan alternatif yang biasanya dipilih.

KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah adalah Fasilitas yang diberikan oleh Bank kepada nasabah untuk membeli rumah. Jadi, biasanya rumah itu dijual oleh agency rumah karena anda tidak mampu membeli rumah secara tunai, maka pembayaran dibantu oleh pihak Bank. Sehingga, setelah membayar DP (down payment) anda tidak perlu membayar uang cicilan kepada agency rumah tersebut tetapi kepada bank yang bersangkutan. Oleh karena itu, KPR memiliki istilah umum cicil rumah.

Tidak semua orang bisa mengajukan hal iniĀ  kepada bank, karena bank juga tidak mau meminjamkan uang 100 juta atua lebih kepada orang yang penghasilannya dibawah UMR. Oleh karena itu, sebelum bank memberikan fasilitas KPR kepada seorang nasabah maka akan dimintai informasi seperti penghasilan bulanan nasabah tersebut. Dengan begitu, dapat menjadi tolak ukur bagi bank tentang kemampuan bayar dan jangka waktu KPR.

Syarat mengajukan KPR adalah sebagai berikut :
  • KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah).
  • KK.
  • Slip gaji atau keterangan penghasilan.
  • Laporan keuangan (bagi wiraswasta).
  • NPWP Pribadi (Untuk kredit diatas 100 juta).
  • SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp 50 juta).
  • Salinan sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer).
  • Salinan sertifikat (bila jual beli perorangan).
  • Salinan IMB.
Sementara itu, terdapat dua jenis KPR di Indonesia yang umum digunakan masyarakat :
  • KPR Subsidi. Sesuai namanya, kpr jenis ini diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan menengah kebawah. Yang diringankan kreditnya oleh pemerintah dengan syarat dan ketentuan tertentu. KPR jenis ini dikelola langsung oleh pemerintah, sehingga besaran kredit yang harus dibayarkan juga ditentukan pemerintah.
  • KPR non subsidi. Jenis ini dikelola langsung oleh bank, sehingga bank memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan besaran kredit yang harus dibayarkan oleh nasabah. Nasabah ini diperuntukan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!