Pengertian PPJB Dalam Dunia Properti

Pengertian PPJB Dalam Dunia Properti. Merupakan ilmu pengetahuan yang wajib dimengerti dan dipahami oleh calon pembeli sebelum melakukan transaksi. Sebagai benteng agar pembeli tidak salah paham dan dicurangi oleh developer. Pasalnya, masih banyak orang yang tidak memahami apa itu PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). Namun, berani untuk melakukan pembelian sebuah properti (baik tanah, maupun rumah). Sehingga, hanya meng-iyakan saja jika disuruh untuk mengurus PPJB.

Padahal dalam dunia properti tidak hanya harus belajar mengenai PPJB saja. Juga ada PJB (Pengikatan Jual Beli) dan AJB (Akta Jual Beli). Dimana masing-masing memiliki pengertian yang berbeda-beda serta cara fungsi dan tujuannya juga berbeda.

Sesuai judul diatas, artikel ini akan membahas mengenai PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). PJB dan AJB akan kita bahas pada artikel berikutnya.

pengertian PPJB dalam dunia properti griya bangun indonesia

Pada saat anda memutuskan untuk membeli tanah atau sebuah rumah dengan cara mencicil atau mengangsur. Biasanya diharuskan melakukan tanda-tangan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) oleh penjual. Perjanjian dan tanda tangan tersebut tidak melibatkan notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), hanya penjual dan pembeli saja. Sehingga sifatnya dibawah tangan atau hanya ikatan awal antara penjual dan pembeli untuk memenuhi kewajiban masing-masing. PPJB yang berhubungan dengan pengalihan hak atas tanah atau rumah memang belum di atur secara spesifik oleh Undang-Undang.

Pada umumnya, PPJB mengatur bagaimana penjual akan menjual tanah atau rumah kepada calon pembeli. Namun, tanah atau rumah tersebut belum bisa berpindah kepemilikan hak kepada calon pembeli karena berbagai alasan. Seperti, tanahnya masih dalam jaminan bank, rumah nya masih dalam proses pembangunan atau uang yang harus dibayar belum lunas dll.

Isi yang tertera dalam PPJB antara lain : harga, kapan waktu pelunasan, ketentuan dibuatnya AJB, serta ketentuan-ketentuan lainnya. Yang membuat PPJB adalah penjual, yang akan ditandatangani oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli).

Point – point penting yang ada di dalam PPJB yang harus diperhatikan oleh calon pembeli maupun penjual adalah sebagai berikut :

  • Obyek pengikatan jual beli.
  • Kewajiban dan jaminan penjual.
  • Kewajiban bagi pembeli.

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) adalah kesepakatan awal antara penjual dan calon pembeli untuk memenuhi kewajiban masing-masing untuk dilakukan transaksi jual atua beli tanah atau rumah.

1.Obyek pengikatan jual beli dalam PPJB

Pada umumnya obyek pengikatan jual beli dalam PPJB ada 3. Pertama, luas bangunan. Untuk melihat luas bangunan cobalah lihat siteplan kawasan yang ada. Kedua, gambar arsitektur. Untuk melihat gambar arsitektur cobalah lihat denah atau desain 2D maupun 3D. Ketiga, gambar spesifikasi teknis. Ini meliputi bahan material apa saja yang di buat untuk membangun rumah. Yang terakhir pastikan lokasi tanah yang dibeli sesuai dengan blok siteplan yang ada.

2. Kewajiban Penjual dan Pembeli dalam PPJB

Penjual yang dimaksud adalah perusahaan pemilik tanah atau developer perumahan. Pembeli yang dimaksud adalah orang yang akan membeli tanah atau rumah tersebut. Kemudian diatur secara detail didalam PPJB kewajiban kedua belah pihak. Misal, jaminan penjual, serah terima tanah atau bangunan, pemeliharaan bangunan, penggunaan bangunan, pengalihan hak, akta jual beli, dsb.

3. Isi PPJB

Dikutip dari rumah.com, isi PPJB adalah sebagai berikut :

  • Pihak yang melakukan kesepakatan PPJB;
  • Kewajiban bagi penjual;
  • Uraian obyek pengikatan jual beli;
  • Jaminan penjual;
  • Waktu serah terima bangunan PPJB;
  • Pemeliharaan bangunan;
  • Penggunaan bangunan;
  • Pengalihan hak PPJB;
  • Pembatalan pengikatan;
  • Penyelesaian Perselisihan PPJB.

Itulah pengertian PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) yang perlu anda pahami. Sebagai wawasan dan persiapan untuk membeli tanah atau rumah.

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!