Pengertian SHM Dalam Dunia Properti

Pengertian SHM dalam dunia properti yang perlu anda ketahui. SHM merupakan singkatan dari Sertifikat Hak Milik. Dari kepanjangan tersebut, sudah terbayang bahwa SHM merupakan bukti yang kuat untuk mengkalim kepemilikan atas suatu properti yang telah dibeli. Yuk, baca artikelnya sampai habis biar makin faham!

pengertian shm dalam dunia properti assakuri residence tulungagung

Telah kita bahas pada artikel sebelumnya bahwa SHM adalah sertifikat yang dapat diwariskan ke anak maupun cucu. Artinya, dengan memiliki SHM (Sertifikat Hak Milik) Atas suatu properti baik berupa tanah maupun rumah. Anda bisa mengklaim properti tersebut secara penuh tanpa batasan waktu sehingga dapat diwariskan ke anak dan cucu.

BACA JUGA : Pengertian PPJB, Pengertian PJB, Pengertian AJB 

Dikutip dari Tempo.co Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah sertifikat atas kepemilikan penuh hak lahan dan/atau tanah yang dimiliki pemegang sertifikat tersebut. Untuk mendapatkan atau menandatangai SHM, seorang pembeli haruslah melunasi uang pembayaran.

SHM sering disebut sertifikat yang paling kuat karena pihak lain tidak akan campur tangan atas kepemilikan tanah atau lahan tersebut. Tanah dengan sertifikat SHM hanya boleh dimiliki oleh warga negara Indonesia (WNI). Namun biasanya pengurusan SHM butuh waktu berbulan-bulan dan biaya tidak sedikit. Belum lagi melibatkan PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Di luar itu, bukan berarti AJB tidak berperan penting dalam proses pembebasan dan penjualan lahan. Saat Anda akan membuat sertifikat tanah, AJB dibutuhkan sebagai bukti bahwa pengalihan hak dengan cara jual beli sah sehingga PPAT dapat menerbitkan sertifikat tanah.

Perlu diketahui, jika Anda membeli rumah yang hanya  memiliki AJB tanpa SHM, ini menyiratkan bahwa Anda harus bertanggung jawab atas nama atau perkembangan SHM untuk properti yang dibeli. Maka dari itu, jangan membatasi diri pada AJB ketika memutuskan untuk membeli tanah.  Bagaimanapun juga, SHM (Sertifikat Hak Milik) bukti kepemilikan tanah tertinggi dan yang paling kuat.

Menurut UUPA, hanya warga negara Indonesia yang boleh memiliki SHM. Sebab SHM adalah kepemilikan sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, badan hukum yang sesuai aturan juga boleh memiliki SHM. Sebab SHM adalah salah satu aset usaha atau lembaga.

×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!