Pesona Kemegahan Masjid Al-Fattah Tulungagung

Pesona kemegahan Masjid Al-Fattah Tulungagung yang baru saja di renovasi dengan memiliki kain kiswah yang benangnya dari emas. Masjid yang baru saja di renovasi ini berhasil menjadi ikon baru di Tulungagung karena memiliki arsitek yang modern.

Pesona Kemegahan Masjid Al-Fattah Tulungagung assakuri

Baca Juga : Restoran dan Tempat Makan Terbaik di Tulungagung

Jika Kamu melewati Jalan Mayjend Suprapto, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, sudah di sambut dengan menara setinggi 53 meter yang ternyata itu bagian dari Masjid Al-Fattah. Masjid Al-Fattah ini baru saja di renovasi sehingga terlihat dengan tampilan baru dan juga modern. Menariknya lagi, juga terdapat kain kiswah di dalamnya.

Pada tahun 1952 Masjid Al-Fattah sudah di bangun, Masjid Al-Fattah telah di renovasi sebanyak dua kali. Pertama di tahun 1985 dan yang terakhir pada tahun 2019 yang lalu hingga bisa terlihat seperti ini.

Renovasi terakhir pada tahun 2019 di antaranya plafon di lengkapi dengan lampu yang bertuliskan asmaul husna. Selain itu, terdapat juga kain kiswah dengan panjang 6,6 x 3,5 meter. Berat total sekitar seluruh kain kiswah ini mencapai100 kilogram (kg). Dari berat tersebut di antaranya terdapat 40 kg benang emas yang di letakkan pada bagian depan tempat salat imam. Sehingga kain kiswah ini akan menjadi daya tarik yang tersendiri bagi semua jamaah untuk menjalankan salat di Masjid Al-Fattah. Apalagi masjid yang ada di Indonesia dengan memiliki kain kiswah begitu langka.

Bahkan, kain kiswah juga telah menjadi ikon baru dari Masjid Al-Fattah ini, tapi pastinya juga tetap mengutamakan kekhusyukan saat salat. Hampir semua jamaah Masjid Al-Fattah yang mampir untuk salat tertarik melakukan swafoto di depan kain kiswah tersebut.

Pastinya bersyukur bila kain kiswah yang ada di Masjid Al-Fattah ini juga menjadi daya tarik jamaah untuk datang ke masjid. Dengan di lakukan renovasi tidak apa-apa, yang terpenting  yaitu ketakwaan dalam beribadah itu yang paling utama.

Selain kain kiswah, terdapat juga hal yang dirasakan jamaah agar beribadah di masjid Al-Fattah ini menjadi lebih nyaman. Yaitu terdapat beberapa air conditioner (AC) sehingga jamaah tidak merasa kepanasan saat berada di dalam masjid. Hal itu termasuk juga perubahan yang signifikan karena sebelumnya hanya ada kipas angin saja.

Masjid Al-Fattah ini awalnya merupakan hasil wakaf dari pengusaha yang bernama H. Sarkam Ashiri. Dia mengamanahkan supaya tanahnya dapat di bangun menjadi masjid untuk ibadah orang islam di Kelurahan Kepatihan. Jadi pada 1952 itu di mulainya proses pembangunan yang kini menjadi salah satu masjid yang terbesar di Tulungagung.

Baca Juga : Daftar SMA Terbaik Di Tulungagung

Namun ketika di tahun 1953, Gunung Kelud di Kabupaten Kediri meletus sehingga terjadinya hujan debu sampai di Tulungagung. Adanya peristiwa seperti itu, debu hasil hujan erupsi Gunung Kelud di manfaatkan sebagai pembangunan masjid karena jumlahnya lumayan cukup banyak. Masjid ini pernah di juluki dengan Masjid Putih dan juga Masjid Jawa Kuno.

Baca Juga :Rekomendasi Desain Kitchen Set Modern

Saya Suka, Saya Ingin Share Artikel Ini
×

Halo! Ada yang bisa kami bantu?

× Konsultasi GRATIS!